Syair Cinta

Ketika kau tak mampu temukan kata yang tepat…

Pengantar Syair Cinta

Syair Cinta, sebuah frase yang memiliki kedalaman arti dan perubahan maknawi yang terus berkembang, namun semua pasti sepakat apabila syair cinta berkaitan dengan kata-kata indah yang berkaitan dengan cinta.

Yang disebut indah dalam dunia kepenyairan bukan berarti kata-kata itu membuat bahagia dan menyejukkan saja, namun semua rangkaian kata yang disusun secara apik, memberikan efek kesyahduan, kreatif, menggugah, membuat menangis, gelisah, galau, tersenyum, dan yang terpenting adalah berpikir.

Berbicara mengenai syair, tentu tidak boleh mengesampingkan makna dari kata tersebut ketika hendak membicarakannya. Dalam definisi wikipedia mengenai syair:

Syair adalah salah satu jenis puisi lama. Ia berasal dari Persia (sekarang Iran) dan telah dibawa masuk ke Nusantara bersama-sama dengan kedatangan Islam. Kata syair berasal dari bahasa Arab syu’ur yang berarti perasaan. Kata syu’ur berkembang menjadi kata syi’ru yang berarti puisi dalam pengertian umum. Syair dalam kesusastraan Melayu merujuk pada pengertian puisi secara umum. Akan tetapi, dalam perkembangannya syair tersebut mengalami perubahan dan modifikasi sehingga syair di desain sesuai dengan keadaan dan situasi yang terjadi.

Telah jelas syair berkaitan dengan perasaan. Jika dihubungkan dengan definisi sekarang, telah jelas pula bahwa sebuah puisi erat dengan perasaan, dan perasaan erat dengan kepekaan. Artinya, sebuah puisi dibuat dan dipersembahkan untuk mengekspresikan perasaan si pembuatnya. Dengan demikian syair cinta bisa kita maknai sebagai ungkapan kata-kata (puisi) mengenai perasaan cinta, baik berdasarkan pengalaman, cerita, respon, wisdom, sudut pandang, dan tentu saja perasaan penulisnya.

Sebuah syair erat dengan kreativitas. Alam berfikir bertemu dengan alam perasaan, dan kemudian dibalutkan dalam kata-kata. Sebuah syair yang indah adalah yang mampu membuat pembacanya berfikir, tertarik untuk mendalami, mempelajari, mengkaitkan dengan pengalaman dan perasaan pribadi, dan kemudian berdecak kagum atas rangkaian kata-kata yang penuh isyarat maknawi, entah dia setuju atau tidak setuju dengan apa yang disampaikan.

Membaca sebuah syair adalah membaca kreatif. Kreativitas tersebut didasarkan pada pengalaman, kepekaan perasaan, intelektualitas, daya baca, dan pengertian pembaca mengenai cinta dan kehidupan. Oleh karena itu, setiap pembaca bisa saja menangkap makna berbeda dari syair yang sama. Ini wajar. Kadang sebuah syair bersifat eksplisit, tanpa tedeng aling-aling, to the point. Namun di sisi lain, ada pula ungkapan rangkaian kata-kata cinta yang bersifat implisit, penuh majas (gaya bahasa), baik hiperbola, metafora, analogi, pertentangan, dan jenis-jenis lainnya. Inilah daya tarik sebuah syair: pembaca diajak untuk berfikir, menggunakan modal intelektualitas, dibawa dalam kembara rasa, diajak bercermin, diajak menarik sebuah kesimpulan, dan akhirnya diminta untuk menerjemahkannya.

Kadang  sesuatu yang implisit dilihat sebagai eksplisit, dan sebaliknya; dan kemudian dinafikan sebagai sebuah bentuk yang terlalu “gombal”. Stop! Jika anda bukan orang yang menyukai kreativitas kata-kata, baik itu syair, kata mutiara, novel, cerpen, naskah drama, gurindam, pantun, dan lain-lain, maka anda tidak berhak menilai sebuah karya sastra.

Segala sesuatu yang eksplisit kadangkala justru terkesan vulgar, terlalu jelas. Cinta erat dengan romantisme, dan romantisme erat dengan perasaan. Bahkan orang yang mengaku tidak romantis sekalipun, tetap memiliki sisi romantisme di dalam dirinya. Manusia diciptakan sebagai makhluk romantis, makhluk yang memiliki kepekaan perasaan. Menafikan romantisme berarti keluar dari dunia “kemanusiaan”.

Romantisme memiliki beberapa media penyampaian, dan salah satunya adalah kata-kata.

Setiap manusia pasti haus untuk menyampaikan romantisme, dan Syair Cinta hadir menemani anda berpetualang dengan kata-kata cinta, bermain bersama, berfikir bersama, dan menyentuh sisi romantis terdalam anda tanpa selimut kemunafikan. Yakinlah, bahwa anda juga ROMANTIS! Baca, pelajari, maknai, ambil “emas” di dalamnya. Responlah dengan komentar dan juga daftarkan karya-karya anda. Hanya di sini, di syaircinta.com!

         Salam,

Administrator & Editor

         Azmee